Jumat, 11 Januari 2019

Dilema 60 Ribu

Dilema  60 Ribu Rupiah
Pendahuluan perjalananku
Matahari begitu menyengat seakan keganasan dari pancarannya menjadi. Tepat di atas kepala yang perlahan bergeser ke barat mentari selalu menemani dalam setiap langkah hidupku. Kapan dan di manapun keceriaan nya selalu hadir dengan warna yang kontras dan kilauannya yang terang benderang seakan mewarnai hidup setiap insan di dunia yang penuh dengan problematika dan dilema yang tidak kunjung usai, dan mungkin hingga dunia ini telah menua dan sang pemilik-Nya menghendaki untuk menghancurkan bumi dan segalanya.
Bergegas aku berjalan menyusuri jalan berlapis tembok diatas tanah yang hitam kemerahan, setelah usai persiapan untuk hal yang menurutku sangat mulia. Meski kala itu matahari yang selalu menemaniku kurang bersahabat seakan kemarahan yang terpancar dari sinarnya yang membakar kulit mulus ku itu. Namun hal itu tidak mengurungkan niatku untuk terus berjalan demi sebuah tugas yang harus aku jalani.
Setibanya di ujung jalan tersebut aku langsung bertandang di sebuah bangunan yang tidak berpenghuni. “Pos ronda” itulah nama sebuah tempat yang aku singgahi karena aku akan menunggu jemputan yang lewat menghampiriku. Setelah beberapa menit mungkin kurang lebih 30 menit tibalah mobil carry putih yang bernomorkan 08 yang sering menjemputku setia aku membutuhkan. “Huuh…. Akhirnya tiba juga mobil jemputanku”. Mobil ini adalah milik kami bersama yang mana setiap penumpangnya ada dari kampung tempatku asal atau orarang sebrang yang kebetulan lewat atau juga para pedagang yang menbawa setumpuk ember isi tahu siap jual dan para ibu ibu yang senag belanja ke pasar. dDi mobil inilah kami berkumpul baik yang akau kenal atau yang tak aku kenal sekalipun. Sementara aku saat itu hanya mendengarkan orang saja yang gaduh dengan cerita kehidupannya juga merasakan kengeria saat mobil ini melesat maju menyusul rekannya yang hanya satu jengkal saja jarak anatara mobil yang aku tumpangi dengan sebelahnya. “Huuuuuuuuuuuh dasar sopir edan bawa mobil kebut kebutan mana jalan kescil lagi, aduh bang rejeki gak bakal kemana pake nyosor segala lagi “, seorang ibu setengah baya berkata dengan nada marah dan ketakutan.memang perjalanan yang melelahkan dan menegangkan setiap menaiki mobil jemputan inikarena supir seoalah tidak ingin kalah dan merasa miliknya jalanan ini.
Sang bapak guru muda
Setelah merasakan ketegangan dengan kecepatan penuh di dalam mobil itu, akhirnya tempat tujuanku terlihat tidak jauh. “kiri bang “ memberhentikan mobil sambil memberikan imbalan untuk  pengganti bahan bakar dan tanda jasanya.turunlah aku dengan perlahan dan melangkah sambil menyoran tas hitam kesayangan ku yang setia menemani kemanapun aku pergi.
Setelah berapa langkah aku berjalan aku disambut oleh anak anak mumngil yang ceria dengan tawa dan suara yang nyaring. “Bapak- bapak” mereka memanggilku sambil memegang tanganku dan di ciumnya untuk menandakan bahwa mereka berbakti dan menghormati orang yang lebih tua dari mereka. Dan mungkin itu juga adalah sebuah budaya yang selalu turun temurun atau hokum alam yang tak tau kapan dan dimana asalnya. Tapi itu adalah sebuah penghormatan dari mereka dank au juga harus dan mesti menghargai dan menghormati mereka.Mereka dalah anak anak yang sangat pintar dan akan menjadi penerus aku mungkin dimasa mendatang dan akan mengubah dunia dengan tangan mereka sendiri dan mungkin akan menjadi lebih baik lagi dari massa yang sekarang. Perasaan itu muncul bersamaan dengan senyuman dan teriakan yang membisisngkan telinga seorang bapak muda yang tidak pernah menyangka sebelumnya akan di panggil bapak. Dan sebenarnya panggilan dan tugasku itu terlalu barat sekali apalagi panggilannya yang membuat rancu di telingaku , karena aku kurang suka dengan sebutan itu entah mengapa sebabnya tapi ya……. Mau gimana lagi itu sudah menjadi ketentuan dan aturan di dalam masyarakat sebutan tersebut harus di ucapkan dari mulut anak didiku yang sangat manja.
Setelah beberapa saat dari kedatanganku dating pula seorang wanita tinggi semampai dengan hiasan jilbab yang mempercantiknya. Dan saya pun member salam kepadanya karena memang dia lebih tau dari aku mungkin sekitar 8 tahun dari umurku. Selanjutnya seperti biasa kami dan anak didik kami mebacakan ayat ayat yang menjadi permulaan proses belajar mengajar. Denga suara yang gaduh mereka membacakan doa doa agar apa yang mereka cari atauilmu ynag mereka cari bias bermanfaat di kemudian hari, jaga mereka mendoakan agar di beri keselamatan baik untuk mereka sendiri atau pun kedua orang tuanya. Pada saat bersamaan pun sebagian dari mereka tidak mengikuti bacaan bacaan tersebut malah membuat keributan denga membuat menangis teman di dekatnya. Aku pun menghampiri orang yang berbuat nakal sementara ibu saadah menghampiri anak yang menangis dan bermaksud untuk menenangkannya supaya tidak menangis lagi, dan aku memisahkan anak tersebut karena anak tersebut terus saja menyerang anak perempuan. “ kenapa kamu nakal nak , dia kan perempuan sementara kamu laki laki jadi kamu tidak boleh nakal apalagi pada perempuan kamu mengerti nak “ aku berkata sambil mengusap kepala sambil duduk dan memeganginya takut dia menyerang kembali.
“Aku tidak mau sebangku sama dia dia nakal, aku pinjam pulpen saja tidak di beri pak guru” , jawab anak tersebut dengan manja.
“Ohhhhhhhh tapi kamu tidak boleh ye, sekarang kamu baikan sama dia ya”, jawab ku sambil menasihati dia.
Tiabalah saatnya kami para guru memberi pelajaran kepada muri murinya. Akan tetapi sebelumnya kami membagi kelas dulu karena ada yang sudah Sd dan yang belum masuk sekolah sama sekali mungkin umur mereka sekitar 3-5 tahun. Dan untuk anak anak di bawah SD adalah bagianku mentransfer ilmu.
Sebenarnya masalah agama aku tidak cukup pintar Karena aku sering melewatkan pelajaran pelajarn tersebut sewaktu aku duduk  di MTs maupun di Aliyah. Dan aku kurang memperhatikan nya tapi itu sangat penting sekali karena pelajarantersebut di praktekan langsung dalam kehidupan aku baik secara pribadi maupun secara bermasyarakat. Aku sangat menyesal sekali . perasaan itu muncul ketika aku member pelajaran tentang keEsaan Tuhan dalam pelajaran akidah ahkak. Sementara apa yang aku ajarkan itu adalah dasar  untuk mempelajari bacaan al quran.
Pada saat mengajar anak anak tersebut sangat tidak mudah, karena kita harus mempunyai ilmu komunikasi dan mesti tahu bagai mana menangani kenakalan anak anak tersebut. Benar saja saat aku menerangkan dengan kelebayan aku terhadap anak anak tersebut daan dengan senyuman yang selalu melebarkan bibirku pada anak anak tersebut masih saja ada beberapa anak yang hilir mudik kesana kemari tidak memperhatikan ku, sungguh membuat geram diriku akan tetapi mereka adalh seorang anak kecik yang belum tahu apa apa yang mereka tahu adalah bermain, dan melekukan apasaja yang membuat mereka senag tidak tahu salah atau benar membahayakan atau tidak. Tpi dengan sabar dan penuh senyuman aku menghampiri mereka yang bermain main saat pelajaran . sungguh ini adalah cobaan yang sangat berat yang mana aku harus menghadapi anak anak yang penuh imajinasi yang bertindak tanpa dipikirkan. Juga sangat aktif yang membuat kewalahan  sekali. Akhirnya pelajaran pun tidak bias aku kasih Karena waktunya tersita oleh mereka yang bermain main.
 Setelah memberikan pelajaran yang tidak kunjung selesai dari beberapa hari yang lalu, kini bagian membaca  iqro. Suasananya pun seperti biasa ,mereka bebas melakukan apasaja sesuka mereka.ada yang  membuat gaduh ruangan, teriak teriak tidak karuan, ada yang membaca iqra, atau diam seribu bahasa tanpa keluar satu kata pun dari mulut mungilnya yang merah merekah atau juga tangisan dari anak yang ditinggal ibunya juga ingin jajan. Keadaan ini terus berlangsung tanpa ada yang mau merelainya, yam au gimana lagi itulah tingkah mereka. Aku hanya bias melihat karena aku juga pernah dan melakukan hal yang sama saat aku masih kecil dulu.
Akhirnya suasanay ini akan berakhir juga.  tibalah saat penghujung , mereka para murid disatukan seperti semula kembali. Doa doa dipanjatkan kembali. Sesudah itu sunyi lah ruangan yang tadi semraut dan gaduh tersebut. Sebelum mereka pulang tidak lupa mereka member salam dan seperti biasa mencium tangan para guru guru suatu bentuk penghormatan.
Sebelum aku meninggalkan tempat ini kami berkumpul. Dan aku tidak mengerti karena aku baru sebulan dan hari ini adalah tenggal 3. Sempat aku bertanya Tanya dalam hatikun
“aduh ada apa yeeeeee……….” , aku berbicara dalam hati dengan sedikit cemas.dari pembicaraan tersebut mengejutkan sekali, karena yang di bahas adalah hasil pendapatan bulah kemari yang akan di bagikan pada kami semua.
“ laporan hasil pendapatan bulan kemarin sekitar 320.000, kan di bagikan pada guru guru dan sisanya akan di pake buat uang kas jika nanti ada pengeluaran yang tak terduga atau kebutuhan lain” tugas guru pengelola keuangan.
“Bapak deni mungkin hanya seginni kami bisa menggaji bapak besar kecilnya mudah mudahan bermanfaat ye, ini bukan lah gaji melainkan uang buat jajan, karena kami tidak bisa menggaji sebagai mana selayaknya jadi mohon ini diterima”, kembali berkata sambil memberikan uang dan amplop berwarna putihnya padaku.
“Oh makasih bu, saya juga mengerti kok bu dengan keadaan ini.”membalas perkataan ibu sambil tertunduk kepala.
“Ya udah kalau mau pulang silahkan dan hati hati di jalan ya……”. Kembali ibu itu berkata sambil mendoakanku.
“ oh iya bu makasih banyak ya”, sambil memasukan uang yang aku terima ke dalam amlop.
Rasa senang yang pada akhirnya mendapat gaji juga walaupun tidak banyak atau tidak memenuhi standar untuk hidup, akan tetapi rasa bangga menghampiri hati ini karena kerja keras atas jasa yang telah aku berikan .dan dengan senyum yang lebar yang merekah di bibir ini dan menyimpan baik baik uang yang telah aku terima itu ke dalam tasku dengan tanpa melepaskan peganganku pada tas tersebut takut terjadi hal yang diinginkan aku menyebrang jalan besar. Hingga akhirnya aku menyusuri jalan yang berliku dan bertitik di sebuah jalan menuju pulang, kemudian aku menyebrang kembali sambil menunggu mobil jemputanku itu.setelah beberapa menit tibalah mobil yang aku tunggu, sembari memegang tas yang aku sayangi dan uang yang sangat berharga lebih dari nyawaku karena separuh hidup aku gantungkan pada jasa ini aku melangkah dan duduk diam di kursih yang sudah disediakan untukku.
Dilema ini
Hari yang akan cerah menyambut pagi yang indah namun mega masih diselimuti awan hitam yang mulaimemudar oleh cahaya matahari yang mulai tiba di sebelah timur.  Namun ada sesuatu yang bising terdengar dalam telingaku ini, ibu yang aku sayangi dan galak memanggilku. “deni bangun ….”, sambil mengeraskan suara seakan menggemakan ruangan di rumah yang mungil ini. Akhirnya aku terbangun dengan agak sedikit mata yang masih kelihatan merapat .
“Ya bu ada apa………..”, aku menjawab.
“Tolong antarkan uang arisan ini ke bu wiwi,tapi duitnya kurang boleh minjam tidak”, ibu memberi perintah.
“Berapa kurangnya bu”, aku menjawab.
“25.000 ribu lagi”, jawabnya.
“Haaaaaah 25000, ohhh ya udah  tar aku lihat ada tidak uangnya ya bu”,kaget sambil berpikir.
Setelah itu aku pergi ke kamar dan membuka tasku dan mengambil amplop putih berisi uang yang hanya 60.000 ribu saja.sambil berpikir kalau aku kasih 25.000 sisanya 35.000 ribusementara kebutuhan ku jau sekali dari jumlah itu. Rencananya aku mau beli bahan bahan sabun , karena aku akan mengumpulkan dan pada saatnya nanti aku akan berbisnnis sabun, terus sisanya aku pakai untuk uang ongkos. Selama ini ongkos aku sebagian minta dari orang tuaku, karena aku tidak punya duit buat ongkos.
Disisi lain aku harus membagi uang itu untuk ibu aku sendiri. Memang ini adalah sebuah pilihan yang sulit bagiku yang mana dengan gaji yang jauh dari cukup aku harus membagi dengan hal hal yang memang pentin. Aku adalah anak pertama oleh sebab itu beban kebutuhan keluarga yang kedua ada pada pundakku. Itu sebabnya ibuku minta bantuan walaupun tidak secara langsung yakni dengan cara meminjam, namun aku tau maksunya beliau adalah meminta.
Selama ini aku pergi mengajar hanya sewaktu aku punya onkos sajadan itu juga aku harus minta dari ibuku. Sementara ongkos yang aku perlukan pulang pergi sekitar 3 ribu jika di kalikan sebulan 30 hari maka ongkos yang aku perlukan sekitar 90 ribu. Namun gaji yang aku terima hanya 60 ribu dan aku harus membaginya dengan ibuku. Sungguh ini masalah yang sulit di pecahkan. Sambil berpikir dan memegang amplop putih aku melamun untuk memutuskannya.
Pada akhirnya aku harus mengalah dengan keadaan ini. Aku memberikan uang 25 ribu rupiah dan aku harus mengubur untuk pergi mengajar untuk satu minngu lebih juga menahan ambisiku menjadi pebisnis deterjen.

Sabtu, 15 Desember 2018

Pemanfaatan Instagram sebagai media E- Commers di era Ekonomi Digital #Ecodigi



Perkembangnya teknologi telah membuat dunia pemasaran juga semakin berkembang. Sebagai bagian dari aktivitas bisnis e-commerce, jual-beli online pun semakin marak dilakukan. Tak usah keluar rumah dan menghadapi macetnya jalan jika ingin membeli suatu barang.Dengan bermodalkan Internet dan gadget, transaksi jual/beli menjadi sangatlah mudah. Dan inilah menjadi awal dimulainya kebudayaan baru dalam ekonomi digital.
Adalah Instagram yang merupakan aplikasi berbagi foto dan video, instagram sendiri kini bnayak diminati oleh kalangan muda baik untuk memberi informasi berupa foto dan video dengan beberapa caption di dalamnya. Tidak hanya sebagai eksistensi diri situs jejaring sosial instagram rupanya banyak dimanfaatkan untuk berjualan online alias e-commers yang sangat sangat mudah dan menjanjikan. Databoks.com mencatat pengguna instagram dunia yang aktif pada januari 2018 ada 800 juta jiwa sementara Indonesia menempati peringkat ke-3 pengguna aktif instagram setelah Amerika Serikat dan Brazil yakni sekitar 60 juta jiwa. Dengan keadaan tersebt sangat besar dalm pengembangan bisnis e-commers secara khsusnya di aplikasi Instagram
Dengan mengunggah foto atau video produk, maka secara otomatis akan terseber luas. Ditambah lagi dengan adanya fitur instanstory maka si pengguna akan sesering mungkin menampilkan produk produk barang dagangan tersebut, dengan harapan para pengikut bisa melihat produk dan lantas tertarik untuk membelinya. Proses transaksi jual beli pun terjadi.
Namun dari kemudahan tersebut para pelaku bisnis online melalui instagram memiliki kendala dalam pembayaran. Mayoritas populasi Indonesia juga masih belum memiliki rekening bank sehingga penggunaan kartu kredit sebagai sarana utama pembayaran untuk e-Commerce belum maksimal.
Oleh karena itu, pengembang e-Commerce di Indonesia masih harus terus menawarkan berbagai alternatif metode pembayaran, termasuk fasilitas bayar di tempat (cash-on-delivery/COD) dan transfer bank untuk  ke depan.Salah satu rintangan terbesar yang harus dihadapi adalah peningkatan edukasi terhadap para pengguna e-Commerce di Indonesia.

#Ecodigi
 



Jumat, 14 Desember 2018

Tentang pekerja Rumahan yang harus Dilindungi



Pekerja rumah bukanlah hal asing di Indonesia, namun hingga saat ini tidak banyak yang tahu mengenai pekerja rumahan tersebut.  Bahkan ketika saya menanyakan mengenai definisi pekerja rumah kepada  5 teman satu kuliahan saya, 3 diantaranya menjawab bahwa pekerja rumahan adalah sama halnya seperti pembantu rumah tangga. Dan 2 diantaranya menjawab bahwa pekerja rumahan adalah orang yang bekerja di rumah atau seperti usaha kecil.
Dari kondisi di atas sangat disayangkan sekali bahwa pekerja rumahan memang belum mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa khususnya teman teman saya. Istilah pekerja rumahan memang menjadi sebuah bahasa asing yang harus di cari terlebih dahulu di dalam buku atau google untuk mencari maknanya. Bahkan belum banyak pembahasan ataupun diskusi mengenai tema pekerja rumahan.
Di Indonesia sendiri  pekerja rumahan tidak secara eksplisit didefinisikan didalam regulasi ketenagakerjaan maupun statistik nasional dan ada pemahaman yang berbeda tentang pekerja rumahan dikalangan pengambil keputusan,masyarakat umumdan bahkan kadang-kadang dikalangan pekerja rumahan itu sendiri
Definisi Siapa Pekerja Rumahan
Menurut ILO ( internasional Labora Organation ) mendefinisikan bahwa Istilah “ kerja rumahan “  berarti  pekerja yang dilakukan oleh seseorang, yang kemudian disebut pekerja rumahan. Pekerja rumahan sendiri  ialah seseorang yang bekerja di rumahnya atau di tempat pilihannya, yang bukan tempat daripemberi kerja, untuk mendapatkan upah dan yang menghasilkan produk jhasa atau barang sebagaimana yang ditetapkan pemberi kerja, terlepas dari siapa yang menyediakan peralatan, bahan atau input lain yang digunakan. ( konvensi ILO tentang kerja  Rumahan ( 1996), No. 177, pasal 1 ( a) )
Pekerja rumahan  yang dahulunya di dominasi oleh perempuan, namun seiring dengan kebutuhan dan perubahan lingkungan bahwa pekerja rumahan kini dilakukan oleh laki laki. Hal tersebut di latar belakangi oleh kebutuhan hidup dalam memenuhi kebutuhannya. Tidak adanya data mengenai pekerja rumahan karena pekerja rumahan ini memang tidak terikat kontark dan dikategorikan dalam pekerja non formal. Namun kita bisa melihat dalam pasal 64 dan 65 UU Ketenagakerjaan yang mana pekerja rumahan tersebut menurut uu tersebut adalah seperti pemborong pekerjaan.
Dalam perjalanannnya pekerja rumahan ini memang memiliki banyak permasalahan yang sangat kompleks. Bahkan akan terjadi kerentangan karena eksploitasi tenaga tersebut karena tidak di barengi oleh jaminan pekerjaan dan jaminan sosial. Persoalan persoalan yang di hadapi tidak sampai di situ saja yang di hadapi oleh para pekerja rumahan tersebut.
Tidak adanya perjanjian kerja tertulis, tidak ada posisi tawar, upah dibawah UMR , jam kerja yang panjang, tidak adanya juaminan pekerjaan atau pendapatan yang tak tentu, perlindungan kesehatan dan keamanan, tidak adanya mekanisme untuk menyelesaikan perselisihan, adanya keterlibatan pekerja anak, dan ikut menanggung sebagian biaya produksi dan resiko yang umum. Itulah hal yangbharus di tanggung sendiri oleh pekerja rumahan.maka wajarlah pekerja rumahan ini perlu di perhatikan dan adanya pemberdayaan agar kesejahteraan terjalin.
Untuk mencapai kesejahteraan perlu di barengi oleh peraturan peraturan baik yang mengingat pada si pemberi kerja agar tidak terjadi pengeksploitasi tenaga kerja. Kemudian perlu adanya pendataan agar setiap pekerja rumahan terlindungi dan memilikinhak haknya. Bahkan tatanan status pekerja rumahan harus masuk dalam perundang undangan.
Memang tidak mudah tapi perlu adanya perundingan dari berbagai pihak mengenai pekerja rumahan. Selain untuk mencapai tarap hidup yang layak juga terlindungi.

Kamis, 06 April 2017

Burung Maleo

 Macrocephalon maleo) adalah jenis burung yang hidup hanya di Pulau Sulawesi. Satwa ini merupakan satu dari tiga spesies burung Indonesia yang mendapat perhatian internasional karena keberadaannya yang terancam kepunahan. Dua burung lainnya adalah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan jalak bali (Leucopsar rothschildi).
Maleo (
Burung cantik dengan perut berwarna merah muda dan “topi” di kepalanya ini termasuk unik. Dulu, populasi maleo menyebar di hampir seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Namun saat ini, burung endemik Sulawesi ini hanya hidup di beberapa tempat saja, dengan habitat yang terpisah-pisah.
Untuk ukuran tubuhnya, telur burung ini sangat basar, sekitar lima kali telur ayam. Yang paling aneh adalah kebiasaan bertelurnya. Maleo memiliki kebiasaan untuk bertelur di pasir atau tanah vulkanik yang memiliki panas alami di bawah tanah, dan di tambah dengan panas matahari. Cara ini menunjukkan bahwa telur tidak dierami oleh induknya, tapi menetas dengan bantuan panas dari alam.
Kebiasaan maleo untuk bertelur di tempat yang sama berulang kali membuatnya menjadi sasaran mudah bagi para penduduk yang mengambil telurnya untuk dimakan dan dijual. Pengambilan telur yang sudah berlangsung selama berabad-abad ini sebelumnya tidak membahayakan populasinya. Telur maleo memiliki fungsi yang sangat penting dalam adat setempat. Telur ini misalnya digunakan sebagai pembayar mas kawin atau bingkisan usaha. Karena populasi manusia bertambah, perburuan terhadap telur maleo meningkat dan akibatnya membahayakan bagi kelestarian burung ini.
Kondisi habitat aslinya juga menjadi penyebab langkanya burung ini. Adanya pemisahan berbagai habitat membuat lahan tempat bersarang secara alami terpisah dari hutan tempat maleo dewasa menghabiskan waktunya. Hal ini mengganggu proses perkembangbiakannya.
Pada 1985, saat ancaman terhadap keberadaan burung ini terlihat makin nyata, diresmikanlah proyek perlindungan dengan tujuan menyelamatkan beberapa kelompok sarang terbesar di Taman Nasional Bogani Wartabone, Sulawesi Utara.
Anjing liar dan biawak, juga manusia menjadi ancaman terbesar bagi kelestarian maleo di taman nasional ini. Untuk mengurangi pengaruh ancaman penetasan telur maka dibuatlah pagar yang rapat di sekitar tempat bersarang maleo agar proses penetasan telur tersebut tidak mendapat gangguan.
Secara hati-hati, telur digali dan ditimbun kembali. Dengan cara ini kesempatan untuk menetas menjadi jauh lebih besar. Anakan yang berhasil hidup pun sebelum dilepaskan diberi tanda sehingga dapat memberi keterangan tentang pergerakan hewan ini.

Rabu, 05 April 2017

Asem Garam Liburan di Lampung

27 Maret saya bersama 7 teman saya melakukan perjalanan ke daerah Kalianda,  lampung Selatan, tepatnya ke Gunung Rajabasa ( 1302 mdpl ) dan Pantai Ketang. Lelah, seru dan asyiknya terbungkus dalam paket asam garam perjalanan kami. inilah keseruan kami di nergri Sang bumi Ruwa Jurai.

Disambut oleh suasana malam Bakauheni, sehinggga menara Siger yang megah tidak nampak, apalagi pada saat itu kami dikerubuni orang orang yang menawarkan jasa travelnya. pada akhirnya kami memilih angkutan umum untuk mengantarkan kami ke Desa Sumu Kumbang, tempat dimana jalur terdekat menuju puncak Gunung Rajabasa. Kurang lebih jam 11 kami tiba di depan mesjid Al Ikhlas. Saya dan teman saya yang benama istu Joko Endarto mencari bantuan ke waga sekitar untuk menunjukan rumak kepala desa atau ketua RT untuk meminta izin pendakian. Alhasil kami di beri petunjuk untuk mengunjungi bace camp pendakian ke tempat bang bule. Rumah beliau ternya dekat dengan mesjid Al Ikhlas.

28 Maret kami memulai pejalanan menuju Pos I sekitar jam 9.30 WIB. Bang Medi atau akrab di sapa Bang bule mendampingi perjalanan kami menuju puncak. Karena kami memang baru mendaki gunung tersebut, ditambah lagi jalur menuju pos I sangat sukar di temukan karena banyak jalur para petani kopi.
Jalur yang bertembok dan perkebunan kopi milik warga itu selalu mendominasi setiap perjalanan kami. Bebatuan dan tanah juga sempat kami temui. Menanjak dan tiba tiba motor dari belakan dengan cepat dapat pula mengganggu asiknya perjalanan kami. apalagi jika tiba tiba ada motor yang mengangkut kelapa, terpaksa kami harus kelimpungan mencari celah di sisi jalan agar tidak terserempet motor.Setidaknya 2,5 jam jalan santai menuju Pos I telah kami lewati dan sesampainya di pos I kami beristirahat,
Sambil menunggu adzan Dhuhur beberapa diantara kami mempersiapkan pebekalan kami untuk nanti di pos5. kopi dan teh hangat menjadi teman asyik saat bercerita.Hingga tidak terasa kami di buru waktu. waktu sudah menujukan jam 1.00 dan waktunya kami berangkat menuju pos selanjutnya.
jalu menuju pos 2 sangat berbeda dengan jalur pos 1, karena jalunya langsung menanjak, meski pohon kopi masih mendominasinya. menanjak terus sampai kami basah kuyup oleh keringat. pemandangan pantai setidaknya menjadi tontonan asyik meski hanya di beberapa spot kami bisa melihatnya.
pos 2 cukup melelahkan, selain jalurnya yang menanjak tetapi sedikit lama atau panjang. butuh waktu 1,5jam untuk sampai di pos2.
Menuju pos 3 dan pos 4 memang jalurnya agak pendek akan tetapi kami harus terus menanjaki jalu apalagi semalam baru tuun huja,sehingga sedikit basah dan licin.akar akar d sepanjang jalur setidaknya membantu kami berpijak. tidak cukup sampai di situ dai pos 4 menuju pos 5 pun demikian. tetapi di jalur tersebut setidaknya kami menemukan jalur landai. 17.30 kamipun sampai do pos 5. Dari situ menuju puncak sudah sangat deka. hanya beberapa menit saja kita sudah bisa sampai.
sesampainya kami do pos 5 langsung mendirikan tenda, hal yang mengejutkan hujan besar turu di sela sela kami sedang membereskan tenda. Basah menjadi resiko pada saat itu karena tenda kami belum selesai kami dirikan. Hingga malampun hujan masih bergemericik, meski turunya tidak sebesar tadi sore tetapi membuat kami malas untuk kelua tenda. Usai makan kami langsung berbenah untuk beristirahat.

29 Maret Muncak dan turun Gunung lanjut ke pantai ketang
di sambut pagi dengan hujan akhirnya kami menunda waktu untuk pergi muncak. jam 8.00 hujan reda dan masakan pun telah terhidangkan di tenda. akhirnya sebelum muncak kami menikmati sarapan terlebih dahulu. jam 9.00 pas barulah kami pergi ke puncak Gunung rajabasa di ketinggian 1302 mdpl. tidak banyak yang kaminlakukan hanya befoto ria menandakan kami sudah mencapai puncak. kami bergegas pulang karena semua alat dan perlengkapan sudah kami bereskan.
Target kami mencapai pos 1 jam 1 agar kami bisa melanjutkan perjalanan kami ke pantai terdekat. alhasil kami bisa sampai pos 1 jam setengah 2. dan baru sampai di basecam sekiatr jam 15.30. setelah berpamitan kepada bang medi untukmelanjutkan pejalanan kami. Kami di jemput oleh angkot yang kemarin mengantakan kami.
Pantai ketang berjarak 6km dari Desa Sumu Kumbang. Setibanya di pantai kami langsung menceburkan diri di berenang menghamtam ombak yang datang. teriakan dan tertawa saat kami di hantam ombak menuju bibir pantai. Pantai Ketang ini memiliki batuan kaang di sisi laut sehingga kami tidak bebas berenang kesana kemai. tidak jaang saat kami di terjang ombak dan tebawa ke bibir pantai kami tersandung batu.
itulah asyiknya liburan singkat kami . dari asam kegaram.

Transportasi dan biaya
jakarat- merak 35.000
merak - bakauheni 13.000
bakauheni- Ds. Sumur Kumbang 20.000
biaya lesehan 10.000/orang
regitrasi pendakian 10.000
Ds. Sumur Kumbang-pantai Ketang - Pelabuhan Bakauheni 250.000/8 orang

Tips
1. Bawalah kartu tanda pengenal seperti KTP atau SIM karena sekaag pelabuhan Bakauheni memberlakukan Data sesuai KTP saat pembelian tiket
2. Sediakan makanan jadi  tau bawa perbekalan dari rumah untuk makan di kapal, karena makanan di kapal sedikit mahal
3. Jika anda dari organisasi atau mapala makan bawalah surat dari organisasi sebagai pengantar pendakian.
4. Sesampainya di pelabuhan bekauheni pilihlah langsung moda transportasi anda untuk mencapai langsung ke tujuan, kaena banyak calo yang menawarkan jasa travel yang akan mengikuti anda dan membuat anda tidak nyaman. berilah jawaban tegas kepada mereka.
selamat berlibur .............


pantai ketang

basecamp

Senin, 27 Februari 2017

prosedur masuk kawasan TNLL, Sulteng

PROSEDUR PERMOHONAN
SURAT IJIN MASUK KAWASAN KONSERVASI (SIMAKSI)
LINGKUP BALAI BESAR TAMAN NASIONAL LORE LINDU
A. Flowchart Prosedur Pembuatan SIMAKSI
B. Dasar Hukum :
Undang - undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan  Ekosistemnya
Undang - undang  No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam
Peraturan Pemerintah No.59 Tahun 1998 tentang tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan
Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa
Peraturan Pemerintah No. 8 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar
Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan
Keputusan Pemerintah Republik I ndonesia Nomor 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade in Endangerad Species (CITES) of Wild Fauna and Flora
Keputusan Republik Indonesia No. 100 tentang penelitian Bagi Penelitian Asing
Keputusan Menteri Kehutanan No. 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan dan Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar
Peraturan Menteri Kehutanan No. P 13/ Menhut-II/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan

C. SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi)
DEFENISI :
(Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : SK. 192/IV-Set/Ho/2006)
  1. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan
  2. Masuk kawasan pelestarian alam adalah perjalanan seseorang atau beberapa orang dari suatu tempat untuk memasuki kawasan pelestarian alam
  3. Izin masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru atau SIMAKSI adalah izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang kepada  pemohon untuk masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru.
  4. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau tidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi:
  5. Pembuatan Film adalah proses pembuatan karya seni dan budaya yang merupakan media komunikasi masa pandang dengar yang dibuat berdasarkan azas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, video, piringan video dan atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektonik atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara yang dapat dipertunjukkan dan atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik dan atau lainnya (Video Klip, Film Dokumenter, Film Komersial dan Film Promosi);
  6. Pembuatan Foto adalah karya seni pengambilan gambar terhadap obyek tertentu melalui rekaman dalam klise dan diubah dalam bentuk gambar melalui proses kimiawi dengan tujuan untuk ditampilkan dalam khalayak ramai;
  7. Ekspedisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang perorang atau sekelompok orang ke suatu lokasi untuk misi atau tujuan tertentu (Rekreasi) ;
TAHAPAN:

  1. Pemohon SIMAKSI melapor kepada petugas penerima tamu kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.
  2. Pemohon  menghadap kepada Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan.
  3. Pemohon menjelaskan maksud dan tujuan masuk ke kawasan TN Lore Lindu.
  4. Pemohon akan dilayani petugas pelayanan SIMAKSI.
  5. Bagi warga negara asing untuk tujuan kegiatan:
A.    Penelitian, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut:
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Copy Proposal kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Copy Surat pemberitahuan penelitian dari Direktorat Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi perundang-undangan yang berlaku.
B.    Pembuatan Film dan atau Video Klip, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut:
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Copy Surat rekomendasi dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata;
  • Copy Sinopsis film akan dibuat;
  • Daftar perlatan yang akan digunakan;
  • Daftar crew;
  • Fotocopy pasport;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi perundang-undangan yang berlaku.
C.    Pembuatan Foto dan Ekspedisi, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut :
Kelompok
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Proposal kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhii perundang-undangan yang berlaku.
Perorangan
  • Rencana kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhii perundang-undangan yang berlaku.
D.    Rekreasi, harus melampirkan persayaratan sebagai berikut :
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan ;
Last Updated (Sunday, 14 December 2014 01:11)
http://www.lorelindu.info/index.php/penelitian/flowchart

Rhinoceros sondaicus

Gambar diambil dari http://houseofinfographics.com/

Hallo ill trying write new konten about concervation. Why there? because it's importan for each other for my earth. the first with Rhinoceros sondaicus. he is so limit and one and only in world. live in last in Taman Nasional Ujung Kulon and the population only 50th. so lets the security for go lifelong  in earth so we can see also.

this image give some infomation about Rhinoceros sondaicus, please read dan understand.
thank for ead my blogs. i need your correct, critics etc.
by dens