Senin, 27 Februari 2017

prosedur masuk kawasan TNLL, Sulteng

PROSEDUR PERMOHONAN
SURAT IJIN MASUK KAWASAN KONSERVASI (SIMAKSI)
LINGKUP BALAI BESAR TAMAN NASIONAL LORE LINDU
A. Flowchart Prosedur Pembuatan SIMAKSI
B. Dasar Hukum :
Undang - undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan  Ekosistemnya
Undang - undang  No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam
Peraturan Pemerintah No.59 Tahun 1998 tentang tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan
Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa
Peraturan Pemerintah No. 8 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar
Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan
Keputusan Pemerintah Republik I ndonesia Nomor 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade in Endangerad Species (CITES) of Wild Fauna and Flora
Keputusan Republik Indonesia No. 100 tentang penelitian Bagi Penelitian Asing
Keputusan Menteri Kehutanan No. 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan dan Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar
Peraturan Menteri Kehutanan No. P 13/ Menhut-II/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan

C. SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi)
DEFENISI :
(Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : SK. 192/IV-Set/Ho/2006)
  1. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan
  2. Masuk kawasan pelestarian alam adalah perjalanan seseorang atau beberapa orang dari suatu tempat untuk memasuki kawasan pelestarian alam
  3. Izin masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru atau SIMAKSI adalah izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang kepada  pemohon untuk masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru.
  4. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau tidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi:
  5. Pembuatan Film adalah proses pembuatan karya seni dan budaya yang merupakan media komunikasi masa pandang dengar yang dibuat berdasarkan azas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, video, piringan video dan atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektonik atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara yang dapat dipertunjukkan dan atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik dan atau lainnya (Video Klip, Film Dokumenter, Film Komersial dan Film Promosi);
  6. Pembuatan Foto adalah karya seni pengambilan gambar terhadap obyek tertentu melalui rekaman dalam klise dan diubah dalam bentuk gambar melalui proses kimiawi dengan tujuan untuk ditampilkan dalam khalayak ramai;
  7. Ekspedisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang perorang atau sekelompok orang ke suatu lokasi untuk misi atau tujuan tertentu (Rekreasi) ;
TAHAPAN:

  1. Pemohon SIMAKSI melapor kepada petugas penerima tamu kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.
  2. Pemohon  menghadap kepada Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan.
  3. Pemohon menjelaskan maksud dan tujuan masuk ke kawasan TN Lore Lindu.
  4. Pemohon akan dilayani petugas pelayanan SIMAKSI.
  5. Bagi warga negara asing untuk tujuan kegiatan:
A.    Penelitian, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut:
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Copy Proposal kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Copy Surat pemberitahuan penelitian dari Direktorat Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi perundang-undangan yang berlaku.
B.    Pembuatan Film dan atau Video Klip, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut:
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Copy Surat rekomendasi dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata;
  • Copy Sinopsis film akan dibuat;
  • Daftar perlatan yang akan digunakan;
  • Daftar crew;
  • Fotocopy pasport;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi perundang-undangan yang berlaku.
C.    Pembuatan Foto dan Ekspedisi, harus melampirkan persyaratan sebagai berikut :
Kelompok
  • Copy SIMAKSI dari Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA;
  • Proposal kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhii perundang-undangan yang berlaku.
Perorangan
  • Rencana kegiatan;
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan;
  • Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhii perundang-undangan yang berlaku.
D.    Rekreasi, harus melampirkan persayaratan sebagai berikut :
  • Copy pasport;
  • Daftar peralatan ;
Last Updated (Sunday, 14 December 2014 01:11)
http://www.lorelindu.info/index.php/penelitian/flowchart

Rhinoceros sondaicus

Gambar diambil dari http://houseofinfographics.com/

Hallo ill trying write new konten about concervation. Why there? because it's importan for each other for my earth. the first with Rhinoceros sondaicus. he is so limit and one and only in world. live in last in Taman Nasional Ujung Kulon and the population only 50th. so lets the security for go lifelong  in earth so we can see also.

this image give some infomation about Rhinoceros sondaicus, please read dan understand.
thank for ead my blogs. i need your correct, critics etc.
by dens


Kamis, 23 Februari 2017

Aku Pernah Ke Sulawesi Tengah



Tidak terbayangkan sebelumnya ternyata saya sempat berkunjung ke Negri Besi atau Celebes atau Sulawesi. Meski hanya di Sulawesi Tengah sekitar Kota Palu, Sigi, Donggala dan Poso, tapi cukup memberi arti dalam perjalanan hidupku. 4,5 bulan lamanya tinggal di pulau orang selalu terpatri setiap jalan yang penah ku singgahi.Teman baru, keluarga baru menjadi harta berharga. sayang waktu yang lama itu saya kuang banyak memanfaatkan waktu untuk terus berkunjung ke tempat yang indah, ketebatasan akomodasi dan peizinan yang terbelit menjadi alasan pada saat itu. kebosanan saat harus terkurung di tenda peleton yang panas, membuat penat hai hari yang kuhabiskan. tapi saat melakukan sebuah perjalana seolah inilah jiwa yang aku inginkan. betemu orang baru, tempat baru makanan baru dan pengalaman baru

beikut beberapa foto tesimpan dan memiliki kisah

1. Hutan di Kecamatan Lindu, Sigi
 Inilah kecamatan yang berada di ketinggian 1000 mdpl, untuk mencapai ke desa petama saja kita harus bejalan melewati hutan belantara, butuh waktu setidaknya 4 jam seandainya jalan kaki. Tapi bisa juga menggunakan kendaaan oda dua alias moto ojek dengan harga tegantung cuaca. 50.000 untuk cuaca yang cerah, seandainya semalam turun hujan maka tarifnya berubah menjadi 100.000. Kalau di rasa jalur tidak memungkinkan maka tukang ojek enggak mengantarkannya.

Foto di atas ketika kami sedang melakukan perjalanan atau penelitian ke hutan dan melihat pohon leda dan Ficus sp. yang besar yang berdiameter8 orang. Menutu tempat ini sangatlah tidak mudah karena d jalur saya terkena serbuk daun jelatang. Daun ini mengakibatkan gatal tapi sakit , efek dari itu hampir satu minggu masih akan berasa.

2. Pulang dai Tanjung karang, Donggala
Memang gila, ketanjung karang hanya untuk mengejar Sunset saja, setelah selesai berfoto langsung meninggalkan tempat. sebelum pulang kami sempat berfoto di dermaga kecil yang kebetulan ada sebuah kapal yang sedang berlabuh.



3. Danau Tambing, TNLL ( taman Nasional Lore Lindu) perbatasan Sigi-Poso
 Bermodalkan nekat dan harus beradu argumen dahulu baru kami bisa menuju tempat ini. Kami dianta oleh taksi atau mobil bak beratap melewati perkampungan dan hutan rimba. Ditengah perjalanan sopir berhenti sejenak memberi sajen di batu besar untuk meminta izin masuk kawasan. pegel rasanya duduk lama.

Di pinggiran danau kami mendirikan tenda, kebetulan sekali pada saat itu ada beberapa tenda yang tepasang, upanya tenda tesebut milik KPA Wanagaul yakni organisasi pencinta alam yang ada di kota palu. banyak berbincang bincang mengisi sore sempat kami mencicipi masakan dan ikut nimbrun makan besama mereka.

4. Perjalanan 8 hari melintasi napu Lintas Poso-Sigi
Bersama Anggota Taman Nasional kami diminta untuk tuut seta menjadi bagian dari kegiatan tesebut. Ploting dan pengumpulan data atau istilahnya inventarisasi flora fauna Taman Nasional Lore Lindu yang kaya akan biodeversitinya. Turun naik ketinggian, di guyu hujan seharian, jatuh dan terpeleset, melintasi sungai deras meupakan pengalaman yang tidak mudah dilupakan, bahkan kami harus terus di gigit oleh hewan lintah sepanjang pejalanan. Kami hanya tinggal mengikuti porter saja dari belakang dan melakukan pengamatan setelah kami menemukan Shelter. 

5. Jembatan Ponulele Kota Palu
Jembatan ini sering kali di lewati manakala kami akan berkunjung ke Tanjung karang, berada di jembatan ini ketika naik motor akan terasa nbergoyang karena anginnya sanagt kencang, jadi harus seimbang ketika membawa motor. tempat ini biasanya dijadikan tempat tongkrongan anak muda karena berada di teluk Talise. Dibangun pada tahun 2006.

itulah beberapa tempat yang sudah pernah saya singgahi. Sebenanya banyak tempat yang bagus yang penah saya kunjungi namun dokumentasi dan memori sedikit hilang karena kejadian ini sudah lama di tahun 2013.

saya sangat beterimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat sehingga saya bsa menginjakan kaki di sini. Kelurga saya yang mendukungseta doa dan teman teman juga yang membei dukungannya. "semoga bisa kembali bekunjung dan bertemu saudara dan keluaga di sana"


Senin, 20 Februari 2017

Suatu Ketika Di Gunung Bunder



Foto Jusmawati Septia Rahmi.
Gunung Bunder meupakan area kemping yang berada di kaki Gunung Salak, Bogor. ada beberapa tempat menarik untuk kemping, salah satunya di area Curug Cihurang. Kebetulan pada saat pegantian malam tahun baru 2017 kami ber-9 mengadakan kemping ceria di sana. 
Berkumul di St. Bogor sebagai titik petemuan kami, di lanjut carter angkot menuju lokasi. butuh waktu lama untuk sampai lokasi sekitar 3jam lebih, kebetulan karena pada saat itu lagi ramai dan tekendala macet. Sempat mengalami  mogok akibat beban berat di jalan yang menanjak, alhasil kami turun dari mobil karena takut tejadi hal yang tidak diinginkan.

Aktivitas yang kami lakukan di sana selain tidur di tenda kami juga menyalakan api unggun, masak besama, makan besama dan mandi di Curug Cihurang. Cukup asyik dan menarik berkemah disini, selain suasana asrinya juga fasilitas yang di sediakan.

info biaya masuk

Retribusi untuk masyarakat sekitar 10.000
Biaya masuk area kemping 20.000 ( di sediakan kama mandi dan WC, di sediakan kayu untuk api unggun)

biaya tanspotasi
carter angkot menuju lokasi dari St. Bogor 250.000 sampai dengan 300.000.

beberapa potret kegiatan yang kami lakukan di Gunung Bunder 2016-2017
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
masak bersama
mandi di Curug Cihurang
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
api unggun dan bebincang bincang
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
selfie di tenda
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
makan bersama

  

Selasa, 27 Desember 2016

Setengah hari di Pulau Untung Jawa

    Perjalananku bersama teman kerja di mulai jam 10 pagi selepas sarapan, 20/12 menuju pelabuhan Tanjung Pasir, Banten. Disana kami bernegosiasi kepada pemilik kapal untuk mengantarkan kami ke Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Dari pernegosiasian harga yang alot akhirnya pukul 11.30 WIB kami di berangkatkan menuju pulau tersebut bersama 3awak kapal.

sensasi perjalanan menuju pulau 


   Sekitar 23 orang di tambah 3 awak kapal memenuhi kapal, dengan tenaga ekstra Suparman mendorong kapal dengan bambu ke tengah . Sementara Romi menarik tali jangkar yang tertancap di dasar laut dan di kemudi Doni mengarahkan kapal serta memajukan kapal menjauhi bibir pantai pelabuhan.

   Semakin jauh kami di bawa oleh kapal, ombakpun semakin mengganas. Kebetulam pada saat itu ombak lagi pasang. dengan kecepatan penuh perahu terus menerobos jeramnya ombak yang tinggi. Ayunan kapal setidaknya membuat hati kami was-was takut kapal terbalik. Semakin ketengah mendekati pembatas bambu ombak semakin brutal. Kami terus di jatuhkan tanpa ampun mana kala terjangan ombak menghantam kapal. Tidak jarang cipratan air masuk kedalam kapal bahkan membasahi kami. Teriakan kawan kawan saat di jatuhkan ombak besar menjadi hiburan pada saat itu. Tertawa dalam ketakutan selama 1 jam perjalanan akhirnya di sudahi. 

Selamat datang di Pulau Untung Jawa

   Jam 13.00 WIB kami tiba di dermaga Pulau Untung Jawa, kami di sambut warga sekita. salah satu dari mereka menghampiriku dan menawarkan paket makanan, tetapi saya tolak karena kami membawa bekal dari rumah. Selanjutnya tanpa basa basi kami langsung menuju mushola untuk melaksanakan sholat Dzuhur. setelahnya kami langsung mencari spot untuk bermain dan berenang. Pantai Sentigi menjadi tujuan kami. tetapi sebelumnya kami berkunjung dahulu ke kawasan Laguna mangrove yang tidak jauh dari Mushola. 

Bermain banana boat


   Di sebrang pantai Sentigi kami berenang, ombak yang sedang mengayun ayunkan tubuh kami. bahkan membaa kami kebibir pantai. Pada saat itu suasana lagi sepi hanya ada 4 pengunjung yang sedang mencoba banana boat . Lagi asyik berenang kami di hampiri oleh warga sana dan menawarkan permainan banana boat. Karena penasaran akhirnya kami mencoba permainan tersebut.
sebenarnya kami di tawari paket permainan yakni banana, donat dan persegi dengan harga Rp 75.000 namun kami menolak dan hanya memilih banana boat saja. 

   Satu banana bisa di isi oleh 7 orang. beramai ramai kami menaikinya. untuk mencapainya kami harus susah payah dan bergantian agar banan tersebut tidak terbalik. Persiapan sudah di mulai, posisi duduk dan pegangan sudah kami pegang. intruksi dari bang Romi menjadi perhatian kami, dan kapal yang menarik banana tersebut melesat maju dengan tarikan penuh. Kami di bawanya ke tengah tengah setidaknya ombak ombak itu tersa mengayunkan kami dan tiba tiba saja bang romi mengintruksikan kami untuk bersiap siap melepaskan pegangan karena akan di belokan dan kami jatuh seketika. Setidaknya kami terkejut dengan itu, namun kami tetap tenang karena di badan kami terpasang pelampung.Tiga kali kami di jatuhkan, tak jarang air terminum dan masuk telinga. Bahkan saat dijatuhkan tertidih. Lelah dan puas kami di permainkan. merebah di pasir untuk beristirahat.

Setelah puas kami bermain pukul 14,30 kami bersiap pulang. 

Tentang Pulau untung Jawa

Pulau Untung Jawa memiliki luas 40,10 Ha dan berpenduduk 1.888 jiwa.






area Camp Ground








pantai Sentigi

Sabtu, 20 Agustus 2016

deleng sibuatan

Deleng Sibuatan biasa orang karo menyebutnya atau bisa di bahasa Indonesiakan yakni Gunung Sibuatan. adalah gunung tertinggi  di Sumatra Utara. Tepat di 2457 mdpl titik puncak yang di tandai oleh sebuah pilar. Jalurnya pendakian tersebut berada di Desa Nagalingga Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
  Sekilas informasi mengenai Gunung Sibuatan yang pernah saya singgahi. mengawali perjalanan dari jakarta bersama kakak senior yang asli leturunan batak akhirnya tepat 9 april yang lalu kami terbang ke Daerah Sumatra Utara. sebenarnya tujuan lainnyaadalah menghadiri kawan yang nikahan dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah mencoba berpetualang di rimba Sibuatan.
Pagi10 April 
Selepas istirahat paginya  kami di sibukan oleh  resepsi dan akad nikahan kawanku. Minggu itu memang merupakan hari sakral antara pasangan Hendra A.K dan Dewi. sedari  Jakarta kami memang berniat untuk menghadiri pesta pernikahan kawan kami. Siangnya langsung kami cabut menemui kawan kami yang berada di Univ. Medan Area yang akan mengantarkan kami ke tempat tujuan kami yakni Deleng Sibuatandi daerah Karo.
Siang itu kami janjian dengan Gialng Maulana di simpangan dekan daerah medan area.


Senin, 23 Mei 2016

Mencari tebing Ciampea

Tebing Ciampea berada di kecamatan cibungbulang, Desa Cialuten hilir. Dinamakan tebing Ciampea dikarenakan lokasinya tidak jauh dari kecamatan Ciampea dan juga karena akses transportasinya dan pintu masuknya melalui Ciampea, kata Bapak Ali.tebing ini sering digunakan oleh para climber untuk berlatih atau sekedar main saja. tebing ini juga digunakan oleh prajurit atau TNI untuk berlatih naik tebing.

tebing setinggi 20m ini memang memiliki karakteristik atau tingkat kesulitan yang berbeda pada setia jalurnya.