Kamis, 23 Februari 2017

Aku Pernah Ke Sulawesi Tengah



Tidak terbayangkan sebelumnya ternyata saya sempat berkunjung ke Negri Besi atau Celebes atau Sulawesi. Meski hanya di Sulawesi Tengah sekitar Kota Palu, Sigi, Donggala dan Poso, tapi cukup memberi arti dalam perjalanan hidupku. 4,5 bulan lamanya tinggal di pulau orang selalu terpatri setiap jalan yang penah ku singgahi.Teman baru, keluarga baru menjadi harta berharga. sayang waktu yang lama itu saya kuang banyak memanfaatkan waktu untuk terus berkunjung ke tempat yang indah, ketebatasan akomodasi dan peizinan yang terbelit menjadi alasan pada saat itu. kebosanan saat harus terkurung di tenda peleton yang panas, membuat penat hai hari yang kuhabiskan. tapi saat melakukan sebuah perjalana seolah inilah jiwa yang aku inginkan. betemu orang baru, tempat baru makanan baru dan pengalaman baru

beikut beberapa foto tesimpan dan memiliki kisah

1. Hutan di Kecamatan Lindu, Sigi
 Inilah kecamatan yang berada di ketinggian 1000 mdpl, untuk mencapai ke desa petama saja kita harus bejalan melewati hutan belantara, butuh waktu setidaknya 4 jam seandainya jalan kaki. Tapi bisa juga menggunakan kendaaan oda dua alias moto ojek dengan harga tegantung cuaca. 50.000 untuk cuaca yang cerah, seandainya semalam turun hujan maka tarifnya berubah menjadi 100.000. Kalau di rasa jalur tidak memungkinkan maka tukang ojek enggak mengantarkannya.

Foto di atas ketika kami sedang melakukan perjalanan atau penelitian ke hutan dan melihat pohon leda dan Ficus sp. yang besar yang berdiameter8 orang. Menutu tempat ini sangatlah tidak mudah karena d jalur saya terkena serbuk daun jelatang. Daun ini mengakibatkan gatal tapi sakit , efek dari itu hampir satu minggu masih akan berasa.

2. Pulang dai Tanjung karang, Donggala
Memang gila, ketanjung karang hanya untuk mengejar Sunset saja, setelah selesai berfoto langsung meninggalkan tempat. sebelum pulang kami sempat berfoto di dermaga kecil yang kebetulan ada sebuah kapal yang sedang berlabuh.



3. Danau Tambing, TNLL ( taman Nasional Lore Lindu) perbatasan Sigi-Poso
 Bermodalkan nekat dan harus beradu argumen dahulu baru kami bisa menuju tempat ini. Kami dianta oleh taksi atau mobil bak beratap melewati perkampungan dan hutan rimba. Ditengah perjalanan sopir berhenti sejenak memberi sajen di batu besar untuk meminta izin masuk kawasan. pegel rasanya duduk lama.

Di pinggiran danau kami mendirikan tenda, kebetulan sekali pada saat itu ada beberapa tenda yang tepasang, upanya tenda tesebut milik KPA Wanagaul yakni organisasi pencinta alam yang ada di kota palu. banyak berbincang bincang mengisi sore sempat kami mencicipi masakan dan ikut nimbrun makan besama mereka.

4. Perjalanan 8 hari melintasi napu Lintas Poso-Sigi
Bersama Anggota Taman Nasional kami diminta untuk tuut seta menjadi bagian dari kegiatan tesebut. Ploting dan pengumpulan data atau istilahnya inventarisasi flora fauna Taman Nasional Lore Lindu yang kaya akan biodeversitinya. Turun naik ketinggian, di guyu hujan seharian, jatuh dan terpeleset, melintasi sungai deras meupakan pengalaman yang tidak mudah dilupakan, bahkan kami harus terus di gigit oleh hewan lintah sepanjang pejalanan. Kami hanya tinggal mengikuti porter saja dari belakang dan melakukan pengamatan setelah kami menemukan Shelter. 

5. Jembatan Ponulele Kota Palu
Jembatan ini sering kali di lewati manakala kami akan berkunjung ke Tanjung karang, berada di jembatan ini ketika naik motor akan terasa nbergoyang karena anginnya sanagt kencang, jadi harus seimbang ketika membawa motor. tempat ini biasanya dijadikan tempat tongkrongan anak muda karena berada di teluk Talise. Dibangun pada tahun 2006.

itulah beberapa tempat yang sudah pernah saya singgahi. Sebenanya banyak tempat yang bagus yang penah saya kunjungi namun dokumentasi dan memori sedikit hilang karena kejadian ini sudah lama di tahun 2013.

saya sangat beterimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat sehingga saya bsa menginjakan kaki di sini. Kelurga saya yang mendukungseta doa dan teman teman juga yang membei dukungannya. "semoga bisa kembali bekunjung dan bertemu saudara dan keluaga di sana"


Senin, 20 Februari 2017

Suatu Ketika Di Gunung Bunder



Foto Jusmawati Septia Rahmi.
Gunung Bunder meupakan area kemping yang berada di kaki Gunung Salak, Bogor. ada beberapa tempat menarik untuk kemping, salah satunya di area Curug Cihurang. Kebetulan pada saat pegantian malam tahun baru 2017 kami ber-9 mengadakan kemping ceria di sana. 
Berkumul di St. Bogor sebagai titik petemuan kami, di lanjut carter angkot menuju lokasi. butuh waktu lama untuk sampai lokasi sekitar 3jam lebih, kebetulan karena pada saat itu lagi ramai dan tekendala macet. Sempat mengalami  mogok akibat beban berat di jalan yang menanjak, alhasil kami turun dari mobil karena takut tejadi hal yang tidak diinginkan.

Aktivitas yang kami lakukan di sana selain tidur di tenda kami juga menyalakan api unggun, masak besama, makan besama dan mandi di Curug Cihurang. Cukup asyik dan menarik berkemah disini, selain suasana asrinya juga fasilitas yang di sediakan.

info biaya masuk

Retribusi untuk masyarakat sekitar 10.000
Biaya masuk area kemping 20.000 ( di sediakan kama mandi dan WC, di sediakan kayu untuk api unggun)

biaya tanspotasi
carter angkot menuju lokasi dari St. Bogor 250.000 sampai dengan 300.000.

beberapa potret kegiatan yang kami lakukan di Gunung Bunder 2016-2017
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
masak bersama
mandi di Curug Cihurang
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
api unggun dan bebincang bincang
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
selfie di tenda
Foto Jusmawati Septia Rahmi.
makan bersama

  

Selasa, 27 Desember 2016

Setengah hari di Pulau Untung Jawa

    Perjalananku bersama teman kerja di mulai jam 10 pagi selepas sarapan, 20/12 menuju pelabuhan Tanjung Pasir, Banten. Disana kami bernegosiasi kepada pemilik kapal untuk mengantarkan kami ke Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Dari pernegosiasian harga yang alot akhirnya pukul 11.30 WIB kami di berangkatkan menuju pulau tersebut bersama 3awak kapal.

sensasi perjalanan menuju pulau 


   Sekitar 23 orang di tambah 3 awak kapal memenuhi kapal, dengan tenaga ekstra Suparman mendorong kapal dengan bambu ke tengah . Sementara Romi menarik tali jangkar yang tertancap di dasar laut dan di kemudi Doni mengarahkan kapal serta memajukan kapal menjauhi bibir pantai pelabuhan.

   Semakin jauh kami di bawa oleh kapal, ombakpun semakin mengganas. Kebetulam pada saat itu ombak lagi pasang. dengan kecepatan penuh perahu terus menerobos jeramnya ombak yang tinggi. Ayunan kapal setidaknya membuat hati kami was-was takut kapal terbalik. Semakin ketengah mendekati pembatas bambu ombak semakin brutal. Kami terus di jatuhkan tanpa ampun mana kala terjangan ombak menghantam kapal. Tidak jarang cipratan air masuk kedalam kapal bahkan membasahi kami. Teriakan kawan kawan saat di jatuhkan ombak besar menjadi hiburan pada saat itu. Tertawa dalam ketakutan selama 1 jam perjalanan akhirnya di sudahi. 

Selamat datang di Pulau Untung Jawa

   Jam 13.00 WIB kami tiba di dermaga Pulau Untung Jawa, kami di sambut warga sekita. salah satu dari mereka menghampiriku dan menawarkan paket makanan, tetapi saya tolak karena kami membawa bekal dari rumah. Selanjutnya tanpa basa basi kami langsung menuju mushola untuk melaksanakan sholat Dzuhur. setelahnya kami langsung mencari spot untuk bermain dan berenang. Pantai Sentigi menjadi tujuan kami. tetapi sebelumnya kami berkunjung dahulu ke kawasan Laguna mangrove yang tidak jauh dari Mushola. 

Bermain banana boat


   Di sebrang pantai Sentigi kami berenang, ombak yang sedang mengayun ayunkan tubuh kami. bahkan membaa kami kebibir pantai. Pada saat itu suasana lagi sepi hanya ada 4 pengunjung yang sedang mencoba banana boat . Lagi asyik berenang kami di hampiri oleh warga sana dan menawarkan permainan banana boat. Karena penasaran akhirnya kami mencoba permainan tersebut.
sebenarnya kami di tawari paket permainan yakni banana, donat dan persegi dengan harga Rp 75.000 namun kami menolak dan hanya memilih banana boat saja. 

   Satu banana bisa di isi oleh 7 orang. beramai ramai kami menaikinya. untuk mencapainya kami harus susah payah dan bergantian agar banan tersebut tidak terbalik. Persiapan sudah di mulai, posisi duduk dan pegangan sudah kami pegang. intruksi dari bang Romi menjadi perhatian kami, dan kapal yang menarik banana tersebut melesat maju dengan tarikan penuh. Kami di bawanya ke tengah tengah setidaknya ombak ombak itu tersa mengayunkan kami dan tiba tiba saja bang romi mengintruksikan kami untuk bersiap siap melepaskan pegangan karena akan di belokan dan kami jatuh seketika. Setidaknya kami terkejut dengan itu, namun kami tetap tenang karena di badan kami terpasang pelampung.Tiga kali kami di jatuhkan, tak jarang air terminum dan masuk telinga. Bahkan saat dijatuhkan tertidih. Lelah dan puas kami di permainkan. merebah di pasir untuk beristirahat.

Setelah puas kami bermain pukul 14,30 kami bersiap pulang. 

Tentang Pulau untung Jawa

Pulau Untung Jawa memiliki luas 40,10 Ha dan berpenduduk 1.888 jiwa.






area Camp Ground








pantai Sentigi

Sabtu, 20 Agustus 2016

deleng sibuatan

Deleng Sibuatan biasa orang karo menyebutnya atau bisa di bahasa Indonesiakan yakni Gunung Sibuatan. adalah gunung tertinggi  di Sumatra Utara. Tepat di 2457 mdpl titik puncak yang di tandai oleh sebuah pilar. Jalurnya pendakian tersebut berada di Desa Nagalingga Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
  Sekilas informasi mengenai Gunung Sibuatan yang pernah saya singgahi. mengawali perjalanan dari jakarta bersama kakak senior yang asli leturunan batak akhirnya tepat 9 april yang lalu kami terbang ke Daerah Sumatra Utara. sebenarnya tujuan lainnyaadalah menghadiri kawan yang nikahan dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah mencoba berpetualang di rimba Sibuatan.
Pagi10 April 
Selepas istirahat paginya  kami di sibukan oleh  resepsi dan akad nikahan kawanku. Minggu itu memang merupakan hari sakral antara pasangan Hendra A.K dan Dewi. sedari  Jakarta kami memang berniat untuk menghadiri pesta pernikahan kawan kami. Siangnya langsung kami cabut menemui kawan kami yang berada di Univ. Medan Area yang akan mengantarkan kami ke tempat tujuan kami yakni Deleng Sibuatandi daerah Karo.
Siang itu kami janjian dengan Gialng Maulana di simpangan dekan daerah medan area.


Senin, 23 Mei 2016

Mencari tebing Ciampea

Tebing Ciampea berada di kecamatan cibungbulang, Desa Cialuten hilir. Dinamakan tebing Ciampea dikarenakan lokasinya tidak jauh dari kecamatan Ciampea dan juga karena akses transportasinya dan pintu masuknya melalui Ciampea, kata Bapak Ali.tebing ini sering digunakan oleh para climber untuk berlatih atau sekedar main saja. tebing ini juga digunakan oleh prajurit atau TNI untuk berlatih naik tebing.

tebing setinggi 20m ini memang memiliki karakteristik atau tingkat kesulitan yang berbeda pada setia jalurnya.  

Selasa, 29 Maret 2016

Ceritaku di Gunung Tampomas dari Sumedang


  Sumedang memang terkenal akan tahunya, namun Sumedang juga memiliki Gunung Tampomas. Kegagahan gunung tersebut yang menjulang setinggi 1684 mdpl ini patut anda coba bagi yang suka hiking dan berpetualang. dan kali ini saya ingin berbagi kisah tentang asyiknya mendaki gunung di Gunung Tampomas Sumedang

 Berawal dari sebuah program ekspedisi dan cerita teman tentang Gunung Tempomas maka sayapun bermaksud mencoba menjajakan kaki di sana. Alasan lain karena gunung tersebut tidak jauh dan tidak butuh waktu yang lama sehingga weeked bisa kami manfaatkan. jumat tanggal 12 malam kami berangkat dan pulang minggu malam 14 februari.
  
  Keberangkatan kami di mulai sekitar jam 12 malam atau bus terakhir jurusan Jakarta- Tasikmalaya. kami berangkat dari pool primajasa menuju tol Cileunyi. dipilihnya bus terakhir agar kami tiba di tol Cileunyi hampir mendekati waktu subuh. dan tentusaja perkiraan kami tidak jauh kami tiba di sana jam 03.14.
Sebelum melanjutkan perjalanan kami menghubungi kawan kami yang dari Cikarang.
  
  Selepas sholat subuh kami langsung bergegas pergi menuju pasar Cimalaka. disini kami belanja kebutuhan logistik, sekalian sarapan bubur dan serabi. dilanjut menuju Cibeurem diantar angkot menuju persimpangan jalan menuju penambang pasir. Di perjalanan Cibeurem menuju gerbang Gunung Tampomas kami menumpangi truk besar supaya bisa menghemat waktu dan tenaga. kami terdiri dari 6 orang salah satunya cewe.

  Diturunkan di pertigaan karena berbeda jalur alhasil kami harus berjalan menuju hutan pinus. Masih menapaki jalan yang erbatu di terik matahari yang hangat kami terus berjalan. sesekali kami menanyakan jalur yang dekat kepada orang yang berada di sekitar jalanan. Hingga kami tiba di jalan yang di kerubuni pohon pinus. Sempat tersendat perjalanan kami karena persedian air kurang. Dua dari anggota kami mencari sumber air yang letaknya sangan tersembunyi. di balik pohon besar dan rimbunnya pohon bambu disanalah terdapat sumebr air.

  Tiba di pos 1 sekitar jam 10 pagi dan jalurnya langsung menanjak dan bertanah. kondisi yang lembab menyulitkan kami apalagi semalam hujan turun deras. pohon besar yang tumbang menghalangi jalur, tentu butuh langkah khusus melewatinya. Tiada bonus yang di dapat kami terus menanjaki jalur hingga kami di berhentikan di pos 4. Disini kami melepas rasa haus dan lapar, membuka persedian makanan yang kami bawa. Sempat tertidur dan dinginnya suhu membuat malas gerak.

  Dua pos lagi akan kita lalui, kami pun bergegas meninggalkan pos 4 karena ingin segera tiba di puncak. Jalanan masih menanjak dan berbatu, masih dalam kondisi lembab yang harus berhati hati karena bisa terpeleset. Tibalah kami di pos 5 atau bisa di sebut batu gede karena di sana terdapat batu yang besar. sedikit lega satu pos sudah terlewati. 

  Beberapa tim kami masih tertinggal di belakan akhirnya saya dan satu teman saya menunggu mereka terlebih dahulu. 
Jalurpun mulai terlihat ekstrim karena kami harus sedikit memanjat batuan untuk sampai di pos 6. pos terakhir yang kami lewati. Lelah memang sudah kami rasa sedari tadi, hingga di tibakan mai ke jalur yang landai yang berbatu. celah celah lubang bekas kawah terlewati di sisi kanan kami. Di sisi kiri awan putih menampakkan di balik tirai daun yang sedikit menutupi. dan tepat jam 1 kami tiba di puncak Gunung Tampomas. Area yang penuh batu besar menjadi pamungkas perjalanan kami. 

  Gelaran matras di tanah cukup untuk merebahkan tubuh kami setelah  3 jam menempuh perjalanan. bebrapa diantaranya ada yang memasang tenda dan masak untuk makan siang. 
Santapan makan siang cukup mengembalikan tenaga yang terkuras. Sayang ketika kami sedang menikmati hidangan tersebut hujanpun turun, yang akhirnya kami memindahkan makanannya ke dalam tenda. Hujan turum lama sekali dan lebat, tenda yang kami pasang tidak uat menerpa air hujan  hinga di dalamnyapun ikut tersiram air hujan. Lucunya 3 dari kawan kami keluar dengan tanpa pakai baju untuk membenarkan tenda kami dan memasang flysit  supaya tenda terlindungi dari guyuran hujan.

  Sore pun tiba masih dengan gemerciknya hujan, dan tak terasa kami tertidur hingga larut malam dan terbangunkan oleh suara suara dari luar. Ternyata ada orang yang baru mencapai puncak. ucapan salam tak luput menjadi aktivitas sore itu. Uluran bantuan dan ajakan mampir kami lontarkan untuk menghangatkan suasana dan mengakrabkan percakapan kami. Malampun mulai larut dan gerimis masih mengundang suasana tersebut. kami bergegas memasuki tenda kembali dan beristirahat.

  Pagi pun menyapa kami, di dalam tenda terasa hangat sang mentari yang cahayanya menelusuk masuk dalam tenda. kami terbangungkan olehnya dan memulai aktivitas pagi. Sarapanpun di buatkan karena kami akan turun sekitar jam 9 pagi. Kami berencan pulang dengan jalur yang berbeda, yakni jalur yang lebih panjang tapi landai. Jalur Narimbangan yang mana jalur ini terdapat air terjun. letaknya di Desa Narimbangan. Terakhir sebelum kami pulang ke Jakarta kami puaskan diri mandi di bawah air terjun yang dingin.

estimasi biaya
Jakarta- Cileunyi 40.000 bus ekonomi dan 55.000 untuk ekonomi ac
Cileunyi - Cibeureum 20.000 naik elf
kalau melewati jalur Narimbangan naik angkot 6.000 dari pertigaan pos polisi
 



Kamis, 02 Juli 2015

manufactury seblak

"tulisan ini adalah tulisan suka suka, jadi mohon dimaafkan jika terjadi beberapa kata yang kurang sesuai, kurang bermakna dan tidak berkaidah atau tidak baku. sekali lagi ini tulisan suka suka ku.

Dimulai dari kata seblak yakni merupakan masakan dari paduan rupa kerupuk mentah. Seblak dimasak dengan cara di tumis, artinya bahwa seblak memiliki kadar air yang cukup atau perbandingannya 30-40 %.
berbahan kerupuk mentah yang direndam sehingga menjadi lemas dambah makaroni basah, sosis, telor dan di bumbui cabe, kencur dan garam.
Ohh iya seblak ini ciri khasnya pedas dan rasa kencurnya berasa kuat di lidah. cocok di makan saat panas di siang hari di temani teh manis anget. Rasa gurih berpadu pedas dan kencur bisa menggoyang lidah sambil menahan rasa panas dan pedas di mulut. sensasi ini akan dirasa nikmat.
Seblak sendiri kini telah di jual di pedagang kaki lima, di jakarta sendiri banyak sekali yang menjajakan makana tersebut. Dulunya sepengetahuanku seblak adalah makanan anak anak muda yang lagi nongkrong terutama para perempuan.saya sendiri mengenal dan merasakan seblah itu pada usia smp sekitar 15 tahunan.  Karena cara masak serta bahannya yang mudah dan tidak memerlukan pencampuran khusus mungkin inilah alasannya kenapa sekarang seblak di jajakan dan di jual mungkin juga karena banyak yang menyukainya.
Satu porsi ras original di jual Rp 6000. rasa original ini tidak di campuri apa apa. ada juga yang di campuri dengan sosis, telor sampai dengan special yang harganya Rp 10.000.