Bapak Muhammad Hatta adalah salah satu Bapak Koperasi, Menurutnya koperasi merupakan usaha bersama guna memperbaiki atau meningkatkan kehidupan atau taraf ekonomiberdasarkan asa tolong menolong. Adapun berdasarkan Undang Undang nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian dalam Pasal 1 dijelaskan bahwa koperasa adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus gerakan ekonomi rakyat atau asa kekeluargaan.
Dalam perjalanannya, koperasi mengikuti perkemkembangan zaman beriringan dengan perkembangan teknologi digital.
koperasi zaman now
apa itu koperasi zaman now
pemanfaatan jumlah pengguna internet dan penggunanya yang banyak adalah kaum milenial.
apa kontribusinya teradap kesejahteraan bangsa.
Rabu, 16 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Tanah Wakaf Sarana Peningkatan Hidup yang Lebih Baik
Wakaf dan Dasar Hukumnya
Dalam hukum Islam Wakaf merupakan Ibadah Sosial ( Ibadah Ijtimaiyyah). Wakaf sendiri di definisikan secara bahasa ialah berasal dari kata waqafa yang artinya al-habs ( menahan ) sementara secara istilah bisa di artikan sebagai menahan atau menghentikan harta yang dapat diambil manfaatnya guna kepentingan kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dasar hukum wakaf sendiri terdapat dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat 92 yang artinya " Kamu Sekali- kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya ( Q.S. Al-Imran : 92 ). Dasar hukumnya pun di atur dalam Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang pelaksanaan Undang - Undang nomor 41 tahun 2004.
Menurut Pasal 6 UU No 14 tahun 2004 tentang Wakaf bahwa wakaf
dilaksanakan dengan memenuhu unsur wakaf ( wakif, nazhir, arga benda
wakaf, ikrar wakaf, peruntukan harta benda wakaf, jangka waktu wakaf ). Adapun unsur unsur wakaf tersebut ialah
1.Waqif ( orang yang mewakafkan ) ialah orang atau pemilik harta yang di wakafkan.
2. Mauquf ( benda yang di wakafkan )
3. Mauquf'alaih ( tujuan wakaf)
4. Sighat ( ikrar atau pernyataan dalam mewakafkan )
5.Nadzir ( pengurus / pengelola wakaf )
Macam Macam Wakaf
literasizakatwakaf.com tengah gencar mensosialisasikan wakaf. Di tinjau dari segi ditujukan kepada siapa wakaf tersebut yakni yang pertama adalah wakaf ahli adalah wakaf yang di tujukan untuk cucu dan kerabat, kemudian setelah mereka ditujukan lagi untuk kaum fakir ( wakaf dzurri ). yang kedua wakaf Khairi ialah wakap yang diperuntukan kebaikan semata-mata. wakaf ini merupakan wakaf yang diperuntukan semata mata untuk kepentingan agama atau kemasyarakatan. biasanya wakaf seperti ini diperuntukan untuk pembangunan mesjid, sekolah, rumah sakit, panti asuha, anak yatim dll.
Wakaf Khairi ini sebetulnya sangat cocok dan dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat dan sangat cocok untuk sarana dalam penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat di bidang keagamaan, pendidikan, perekonomian, sosial dan budaya.
Jenis wakaf di tinjau dari dari jenis hartanya yakni benda tidak bergerak, benda bergerak selain uang dan benda bergerak berupa uang. Benda tidak bergerak jenis ini ialah bangunan atau bagian bangunan, hak atas tanah dan tanaman atau benda lain yang berkaitan dengan tanah. sementara itu untuk bneda bergerak selain uang bisa berupa benda yang bisa berpindah, benda yang bisa habis dan tidak bisa habis, air atau bahan bakar minyak dan surat berharga. Dan untuk benda bergerak berupa uang bisa berupa wakaf tunai.
Kemudian kalau di tinjau berdasarkan waktunya ialah jenis benda wakaf tersebut apakah diwakafkan dalam kurun waktu tertentu atau selamanya. Adapun di tinjau berdasarkan pengguna harta yang diwakafkan ialah bisa langsung digunakan oleh masyarakat luas atau penggunanya sesuai keinginan pewakaf.
Menebar Kebaikan dari Tanah Wakaf
Setelah kita mengetahui dasar hukum dan arti wakaf serta jenis jenis wakaf maka kita lanjut manfaat dari wakaf tersebut terutama untuk kehidupan bermasyarakat. bahwa ketika kita sedang berwakaf artinya kita sedang menebar kebaikan dan membantu sesama dari kesulitan, misalnya dengan mewakafkan tanah untuk orang yang kesulitan dan keadaan yang payah sehingga tidak memiliki tempat tinggal.
Berbicara tentang tanah wakaf ada hal yang sangat menarik karena berbagai manfaat daripadanya yang meliputi berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, perekonomian, pendidikan dan kesejahteraan sosial. tanah wakaf sendiri bisa di pergunakan untuk hal hal yang saya sebutkan diatas misal tanah wakaf untuk pendidikan ialah tanah yang di gunakan untuk kegiatan pendidikan seperti misalnya sekolah, pesantren, perpustakaan ataupun kegiatan lainnya yang berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Fasilitas pendidikan tersebut sangatlah penting dan sejalan dengan UUD 1945 dalam membangun karakter dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemudian tanah wakaf untuk kesehatan bisa di pergunakan untuk pembangunan rumah sakit, yang mana keberadaan rumah sakit, puskesmas ini sangat penting sekali berada di tengah tengah masyaraka,t.dengan adanya rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat akan sangat membantu masyarakat dalam hal kesehatan. lain dari itu manfaat lain yang di timbulkan dari tanah wakaf sendiri ialah untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat misalnya berupa pasar atau pusat perekonomian dan pelatihan perekonomian. Dengan adanya hal tersebut maka akan sangat membantu masyarakat dan memberikan rangsangan untuk memenuhi kebutuhan perekonomian dan kesejahteraan, semisalnya saja pembangunan pasar. Apabila pembangunan tanah wakaf berupa pasar maka bisa menumbuhkan pusat pusat perekonomian yang nantinya berimbas pada pendapatan dan pemenuhan kebutuhan hidup. Kita tahu sendiri bahwa pasar itu sendiri merupakan salah satu pusat kegiatan perekonomian dalam hal pergadangan atau pusat perjualbelian sebuah produk ataupun jasa.
Dari data bimasislam.kemenag.go.id jumlah luasan tanah wakaf yang tersebar di seluruh Indonesia 366.857 dengan luasan 49.596.72 Ha. Dengan adanya jumlah tersebut yang apabila dimanfaatkan dengan baik maka sudah sangat barang tentu akan menimbulkan kesejahteraan di masyarakat baik dalam bidang perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Apalagi dengan potensi aset wakaf Indonesia yang mencapai 2.000 triliun pertahun.Maka dari itu haruslah ada sinergi dari pihak pengelola agar terintegrasi kepada masyarakat yang memang membutuhkan hal tersebut agar bisa terjalin kesejahteraan.
Berikut juga sajian tatacara untuk mewakafkan tanah
Referensi
bimasislam.kemenag.go.id
dan berbagai sumber online maupun cetak.
Rabu, 18 September 2019
Mitigasi Dini Bencana Tsunami lewat Mangrove
Menurut BAKORNAS PBP dalam " Arahan Kebijakan Mitigasi Bencana Perkotaan di Indonesia" dilihat dari potensi bencana yang ada, Indonesia merupakan negara denga potensi bencana ( hazar potency) yang sangat tinggi. Diantara potensi bencana yang mengancam Indonesia ialah bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dll. Hal tersebut karena secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dengan morfologi yang beragam dari darat, laut hingga pegunungan. hal tersebut banyak dipengaruhi faktor geologi Indonesia terutama karena adanya aktivitas pergerakan lempeng tektonik aktif sekitaran perairan Indonesia yakni lempengan Eurasia, Australia dan lempengan dasar Samudra Pasifik.
Dari pergerakan lempengan- lempengan tektonik terbentuknya jalur gempa bumi, rangkaian gunung berapi aktif serta patahan-patahan geologi yang merupakan zona rawan bencana gempa bumi dan lainnya. Atas hal tersebut maka potensi kebencanaan Indonesia terbagi 2 yakni pertama potensi bahaya utama ( main hazard ) seperti potensi gempa bumi, potensi bencana tanah longsor, potensi bencana letusan gunung api dan potensi bencana tsunami. Kedua potensi bahaya ikutan ( collateral hazard ).
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) hingga Desember 2018 sebelum bencana tsunami di Selat Sunda tercatat telah terjadi 2.436 kejadian bencana di Indonesia. bencana yang terjadi banyak menewaskan penduduk sekitar, untuk kejadian gempa bumi yang diikuti tsunami saja sebelum stunami Selat Sunda terjadi banyak memakan korban hingga 3.397 jiwa. Bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah saja akibat gempa, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 BNPB mencatat 2.101 orang tewas, 1.373 orang hilang dan 206.219 orang harus mengungsi akibat bencana alam tersebut.
Jumlah Hilangnya Luasan Hutan Mangrove Indonesia dan Potensi bencana dari Hilangnya hutan Mangrove
Asia Tenggara hanya mewakili kurang dari 1% luas hutan mangrove dan merupakan luas dari setengah hutan mangrove global, dan Indonesia memiliki sepertiga hutan mangrove dunia, sayangnya hutan tersebut mengalami laju kehilangan sekitar 3 sampai 5 kali lebih cepat dari luas mangrove dunia. Dalam kurun waktu 2000-2014 saja Indonesia telah kehilangan mangrove sebesar 4.364 km2 atau 311 km2 pertahunnya bahkan merupakan kehilangan hutan mangrove terluas dunia.
Dari kehilangan luasan hutan mangrove tersebut tentunya selalu memberi dampak yang sangat merugikan, baik secara ekologi, ekonimi dan sosial. Mangrove yang baik terbukti melindungi pesisir pantai, termasuk melindungi manusia dari terjangan tsunami dan angin badai. dan hal tersebut terbukti secara ilmiah ketika terjadi stunami dahsyat pada 26 Desember 2004 di Aceh dan Sumatra Utara.
Yang artinya apabila mangrove hilang dari pantai Indonesia, maka saat terjadi bencana tsunami atau badai maka dampaknya akan sangat merugikan kehidupan di sekitar pantai, dampak potensi bencana pun akan sangat besar ketika hilangnya mangrove tersebut, paling parahnya tidak bisa menahan laju ombak yang sangat besar dari laut ke darat hingga akan memporak porandakan rumah dan menyeret hingga ke tengah laut. tentu dengan "kita jaga alam, alam jaga kita" secara tidak langsung kita sudah melakukan penanggulangan bencana secara dini. www.bnpb.go.id
Pentingnya menjaga Hutan Mangrove dan Mitigasi Stunami dengan Mangrove
Indonesia merupakan pusat Mangrove dunia, ada sekitar 30% dan 50% mangrove terdapat di Indonesia dan Asia Tenggara. Banyak sumber potensi yang bisa dikembangkan dari adanya hutan mangrove baik secara sosial maupun ekonomi. Sekitar 80% jenis biota laut komersial bergantung dari adanya mangrove tersebut. bahkan nilai keuntungan dari hutan mangrove di Asia Tenggara saja bisa mencapai 61 juta per hektar pertahun.
Namun tidak itu saja bahwa hutan mangrove yang mendiami pesisir pantai berguna menahan gelombang tsunami dan angin badai. Adapun hal yang bisa dilakukan dalam mitigasi bencana tsunami dengan mangrove adalah dengan menjaga hutan mangrove itu sendiri mulai dari kerapatan hutannya. kemudian apabila wilayah mangrove rusak maka perlu adanya repalnting Mangrove, selanjutnya sosialisasi tentang pentingnya menjaga lahan mangrove terhadap masyarakat agar masyarakat paham dan mengetahui manfaat dari adanya lahan mangrove itu sendiri. Disini keterlibatan masyarakat dalam mitigasi bencana sebelum terjadinya bencana sangat diperlukan sehingga masyarakat itu sendiri sadar bahaya dan meminimalkan dampak dari bencana tersebut khususnya tsunami.
Semoga dengan adanya tulisan ini setidaknya dapat menyadari pentingnya dari adanya lahan mangrove dan menjaganya, apalagi Indonesia merupakan penghuni mangrove terbesar dunia.
sumber
https://www.mongabay.co.id/2018/08/13/mangrove-ekosistem-penting-langka-yang-semakin-terancam/
http://www.kiara.or.id/2019/09/02/perlindungan-mangrove-semakin-mendesak-dilakukan-oleh-pemerintah/
Onrizal, and Mansor M 2018 IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126(1), 012121
#BudayaSadarBencana
#KenaliBahaya
#SiapkanStrategi
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita
#TangguhAwards2019
penulis: DENI
Tema : " Kita Jaga Alam, Alam JagaKita"
@bnpb_indonesia ( IG )
@BNPB_Indonesia
#KenaliBahaya
#SiapkanStrategi
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita
#TangguhAwards2019
penulis: DENI
Tema : " Kita Jaga Alam, Alam JagaKita"
@bnpb_indonesia ( IG )
@BNPB_Indonesia
Jumat, 10 Mei 2019
Korindo dan Untuk Indonesia yang lebih baik
Korindo
dan Untuk Indonesia yang lebih baik

Pembangunan
yang dicanangkan oleh pemerintah belum
secara merata terutama untuk
daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar ). Akibatnya ada kesenjangan pembangunan serta kesejahteraan
masyarakat Indonesia. Baik pendidikan, kesehatan maupun hal lainnya yang
menungjang untuk kehidupan yang layak.
Kondisi
Indonesia sebagai Negara maritime atau Negara kepulauan yerbesar duni a yang
memiliki jumlah pulau 17.504 yang tersebar dari sabang hingga meurauke (
katadata.com ) menjadi salah satu alasan kenapa pemerataan pembangunan tidak
merata. Pembangunan Indonesia masih saja terfokus pada pada kota kota besar di Indonesia
terutama untuk pulau Jawa. Tentunya hal tersebut bertolak belakang dengan
hakikat pembangunan Nasional yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya yang dilaksanakan merata seluruhnya
di tanah air.
Sampai tahun 2014, menurut
Mendes, Indonesia masih memiliki 30 ribu desa dalam kategori tertinggal dan
sangat tertinggal. Tantangan negeri ini adalah masih terdapat 20 juta lebih
orang yang miskin dan tingkat stunting masih rata-rata sebesar 30%. Sebagian
besar kondisi tersebut terjadi di perdesaan. Hal tersebut terjadi karena model
anggaran pembangunan di era sebelumnya masih kurang tepat. Meski saat ini di
periode pemerintahan Jokowi-JK mulai ada fokus untuk pembangunan di daerah 3T.
Pembangunan infrastruktur di daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) mulai
mengalami perhatian sehingga terjadi perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.
Bukti dalam 4 tahun terakhir pembangunan di daerah Timur dan Barat serta
daerah-daerah perbatasan mengalami peningkatan pembangunan, sehingga disparitas
harga BBM tidak terjadi lagi dan mampu mendongkrak perekonomian rakyat di Papua
dan daerah terluar lainnya berkat pembangunan infrastruktur.
Demikian hal tersebut adalah demi terwujudnya
amanat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat, disebutkan
bahwa "Pemerintah negara Indonesia terbentuk untuk melindungi
segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa ,dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial". Oleh sebabnya menjadi tugas Pemerintah untuk menjaga
kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempertahankan Nusantara, serta
mengelola segala Sumber Daya Alam yang ada di dalamnya untuk kemakmuran seluruh
Rakya Indonesia.
Peran Korindo
membangun daerah 3 T dan teras Indonesia
di Papua
Dalam membangun daerah 3 T tentunya Pemerintah
Pusat tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya
sinergi dengan Pemerintah Daerah dan juga Perusahaan-Perusahaan BUMN maupun
Swasta untuk mewujudkan Pembangunan daerah 3 T dan terutama Pembangunan Perbatasan
jadi Terasnya Indonesia.
Pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dan
pinggiran perlu di perkuat terutama daerah terluar dan terpinggir sebagai
syarat pertama dan utama dalam mewujudkan Bangun Perbatasan Jadi Terasnya
Indonesia, kemudian langkah selanjutnya dengan pemberdayaan ekonomi daerah, ekonomi
desa dan dengan inovasi dan teknologi yang tepat guna.
Seperti yang di ungkapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) bahwa Citra wilayah perbatasan tak
boleh dianggap sebagai dapur, melainkan sebagai beranda atau teras bagi negara.
Sebagai daerah terdepan bagi rumah kita yang berfungsi menyambut tamu.
Adalah KORINDO, sebuah perusahaan
Indonesia yang didirikan tahun 1969 dan telah beroperasi selama 48 tahun yang
bergerak dalam bidang perkebunan kayu, kertas koran, hingga perkebunan kelapa
sawit yang mampu memberikan peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan
serta mampu mengakses hingga ke pelosok-pelosok tanah air untuk meningkatkan
geliat perekonomian rakyat Indonesi di daerah-daerah pinggiran.
KORINDO adalah salah satu contoh yang sukses dalam
membangun investasi kondusif di daerah perbatasan,di Boven Digoel dan Merauke,
Papua. Meski masih minim infrastruktur, sukses membangun usaha dan memberikan
kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Melalui
pembangunan industry, Korindo berkontribusi menyerap tenaga kerja terutama di
Papua yang telah menyerap 10.000 tenaga kerja.
Tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur dan pembangunan
ekonomi berupa PAD, khusus untuk kabupaten Merauke dan Boven Digoel . KORINDO
juga mendukung dan berkontibusi dalam mendirikan fasilitas pendidikan dan medis.
Fasilitas medis tersebut diantaranya pembangunan Klinik Asiki, klinik modern
yang berada di daerah pedalaman, dan pada tahun 2017 Klinik Asiki mendapat predikat klinik terbaik
di tingkat Papua untuk versi BPJS Kesehatan.
Kasus Gizi buruk terhadap Suku Asmat, angka
kematian ibu dan balita masih cukup tinggi. Demikian juga dengan penyakit
infeksi tropis yang ada di Papua, seperti malaria, HIV/AIDS, danTBC adalah
semata mata tujuan utama di bangunnya fasilitas kesehatan tersebut.
Bukti keterlibatan KORINDO dalam membangun daerah
3T dan terutama untuk daerah terdepan sebagai terasnya Indonesia yakni pada
tahun 2018 KORINDO mendapatkan penghargaan Padmamitra Award melalui salah satu
unit bisnisnya yang ada di Papua, PT Tunas Sawa Erma (TSE) dalam kategori
penanganan keterpencilan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Padmamitra
Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia
usaha atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat. Keberhasilan
meraih penghargaan dalam penanganan
keterpencilan melalui program pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah 3T
(Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Karena dinilai telah secara konsisten
berkontribusi dengan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan
melalui implementasi berbagai program Social Contribution (CSC/CSR) di bidang
kesehatan.
Apabila banyak perusahaan di Indonesia seperti
KORINDO bisa jadi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat
Indonesia dapat terwujud. Bahkan mimpi menjadi Indonesia yang lebih baik akan
terealisasi.
Selasa, 30 April 2019
KRL Ramah Lingkungan melalui sitem flywheel
| sumber : viva.com |
Keyword: LRT Jakarta, integrasi,
depo,statsiun,lincah, ramah
Pemanasan
global menjadi isu lingkungan sejak lama dan merupakan salah satu permasalahan
bumi yang perlu di perhatikan oleh semua lapisan masyarakat. Pemanasan global sendiri diartikan sebgai peristiwa
meningkatnya suhu bumi akibat dari meningkatnya gas-gas rumah kaca seperti
karbon.
Adapun
penyebab dari timbulnya pemanasan global salah satunya oleh gas buangan dari
kendaraan bermotor. Bahkan gas buangan tersebut sangatlah berbahaya untuk
keberlangsungan hidup manusia terhadap kesehatan dan terutama lingkungan.
Menuruk hasil kajian terdahulu dari Study
on the Integratet air quality manajemen Jakarta area ( JICA ,1997 ) dan Reduction Strategy for Greater Jakarta (
ADB ,2002 ) telah menyimpulkan bahwasannya transfortasi member kontribusi utama
terhadap pencemaran udara.
Baru
baru ini LSM Greenpeace memberikan
laporan yang menobatkan bahwa Jakarta menempati peringkat pertama kota
terpolusi udara se-Asia Tenggara dengan perolehan skor 45,3 AVG. Hal itu akibat
jumlah pengguna kendaraan bermotor di Jakarta yang masuk Jakarta sekitar 18
juta kendaraan tiap harinya periode februari 2018. Padahal pada konferensi
tingkat tinggi RIO+20 bahwa pemerintah berkomitmen menurunkan atau mengurangi
emisi gas rumah kaca ( GRK ) sebesar 26%.
Dari
permasalahan tersebut sebenarnya banyak upaya yang bisa di lakukan salah
satunya dengan memilih angkutan atau tranportasi yang ramah lingkungan. Di
Jakarta sendiri tranportasi ramah lingkungan sudah di mulai dengan mengadakan
alat transportasi masal seperti transjakarta, KRL ( Kereta Rel listrik) dan
yang sekarang dengan penambahan MRT dan LRT. Bahkan peralihan bahan bakar yang
ramah lingkungan pun sudah dimulai dengan penggunaan BBG, Biodiesel dan
bioetanol.
Jenis
Sarana
Transportasi Ramah Lingkungan
Ada
banyak pilihan sarana
transportasi yang dikembangkan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat
transportasi seperti kebisingan dan polusi udara umumnya mengarah ke penggunaan
kendaraan tidak bermotor maupun penggunaan bahan bakar terbarukan seperti sinar
matahari, listrik dll.beberapa bentuk moda angkutan yang ramah lingkungan
antara lain:
Sepeda.
Sepeda dapat digunakan dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam
dan daya jelajah sekitar 1-5 kilometer.Sekarang dikembangkan kelompok-kelompok
masyarakat yang mengusung ide penggunaan sepeda sebagai alternatif alat
transportasi yang ramah lingkungan seperti gerakan Bike-to-Work (B2W). Bahkan
di Jakarta sudah disediakan jalur khusus untuk pengguna sepeda
Sepeda Listrik.
Sepeda listrik menjadi alternative lain sebagai transportasi
yang ramah lingkunga. Dibandingkan dengan sepeda manual yang di gerakan oleh
kaki, sepeda yang digerakkan dengan tenaga listrik baterai yang dapat diisi ulang.
Di samping lebih hemat biaya,bahkan tidak menimbulkan kebisingan dalam
penggunaannya dibandingkan sepeda motor. Kecepatan berkendaraan maksimum jenis
sepeda ini adalah sekitar 40-60 km/jam dengan daya jelajah hingga 60 km.
Kendaraan Hybrid
Kendaraan Hybrid
merupakan kendaraan yang dikembangkan dari bahan yang ultra-ringan tapi sangat
kuat seperti komposit. Sumber tenaganya melalui campuran antara bahan bakar
minyak dan listrik yang dibangkitkan dari putaran mesin kendaraan melalui
teknologi rechargeable energy storage system (RESS). Bahkan kendaraan
jenis ini diklaim sebagai memiliki tingkat polusi dan penggunaan bahan bakar
yang rendah.
Kendaraan berbahan bakar alternatif.
Beberapa teknologi bahan bakar alternatif seperti biodiesel,
ethanol, hydrogen atau kendaraan dengan teknologi yang dapat menggunakan 2
jenis bahan bakar secara bergantian (flexible fuel vehicle).
Kendaraan hypercar.
Kendaraan jenis ini memiliki fitur konstruksi yang sangat
ringan, desain yang aerodinamis, penggerak berbahan bakar hybrid dan
beban aksesoris yang minimal.
Sistem flywheel untuk transportasi masal kereta rel listrik dalam penghematan energy
Kereta rel
listrik ( KRL ) sudah digunakan di
Jakarta sebagai alat transportasi masal dengan daya angkut 400-1 juta jiwa per
hari ( katadata.co.id red.). Karena kereta listrik
ini bisa lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap. Namun permasalahan
Listrik untuk jaringan LAA juga diperoleh dari pembangkitan, dimana sebagian
besar pembangkit listrik di Indonesia adalah tanaga uap( hasil pembakara batu
bara) dan tenaga diesel juga. Artinya polusi yang dihasilkan oleh kereta api
listrik terfokus di lingkungan pembangkitan tetapi dalam jumlah besar.
Mengenai jenis kereta rel listrik
ada tiga jenis pengereman sistem Kereta Rel Listrik (KRL) yaitu pneumatic brake, rheostatic brake, dan regenerative
brake. Pneumatic brake adalah rem
udara yang memanfaatkan udara bertekanan. Sementara Rheostatic
brake dan regenerative brake
adalah pengereman dinamik dimana motor traksi diubah menjadi generator.
Perbedaannya adalah, jika pada rheostatic
brake, energi listrik hasil pengereman ini dibuang menjadi panas di resistor,
maka pada regenarive brake, energi
listrik hasil pengereman dimanfaatkan kembali.
Pada regenerative
energi yang dihasil cukup besar dan dapat dipakai sebagai sumber listrik.
Biasanya energi hasil regenerative
ini disalurkan ke LAA ( listrik aliran atas ) dan dimanfaatkan kereta lain atau
disimpan pada media penyimpan energi. Jika keduanya tidak ada, tidak ada kereta
lain yang berdekatan untuk menerima energi atau tidak adanya media penyimpan
energi, biasanya energi ini dibuang juga ke resistor menjadi rheostatic brake karena jika tidak
dibuang akan menyebabkan LAA ( listrik aliran atas ) overvoltage ( kelebihan tegangan). Karena kabel LAA memiliki batasan
daya hantar listrik, seandainya melebihi maka kawat kabel LAA bisa terbakar.
Setiap tahun, ribuah kWh energi hasil regenerative brake terbuang. Untuk itu
perlu adanya media penyimpan energi yang
nantinya dapat dipakai untuk menyimpan energi hasil regenerative ini. Ada tiga komponen utama jika kita mempelajari
sistem penyimpanan energi hasil regenerative yaitu: media penyimpan, converter,
dan kontrol. Media penyimpan merupakan komponen paling mahal disini. Ada tiga
alternatif untuk media penyimpan energi yaitu: baterai, supercapasitor dan flywheel.
Adalah Flywheel
merupakan media penyimpan energi dimana
energi disimpan dalam bentuk energi kinetik yakni putaran roda. Apabila kita
memutar roda sepeda, pasti akan kita lihat roda berhenti berputar meskipun
kitasudah tidak memutarnya, ini akibat moment inersia dan energi kinetik yang
tersimpan, begitulah prinsip kerja flywheel.
Flywheel mampu mengatasi masalah
charge dan discharge yang cepat tanpa mempengaruhi lifetimenya sehingga sangat
cocok dengan pola operasi KRL/ metro. Pada study LAA DC, ketika terjadi regenerative brake, energi ini
disalurkan ke flywheel melalui
converter yang mengubah listrik DC menjadi AC 3 phasa, yang kemudian
menggerakkan motor, dari motor inilah flywheel diputar, dicharge. Proses
discharge dilakukan dengan menyambungkan flywheel
dengan motor yang kini berubah fungsi menjadi generator. Putaran flywheel
diubah menjadi listrik oleh generator, kemudian listrik AC dari generator
dijadikan listrik DC untuk dapat masuk LAA oleh converter.
Media penyimpan energi ini bisa diletakkan di
kereta maupun di stasiun. Apabila diletakkan di kereta maka perlu ditinjau
ukuran, berat, dan kapasitas simpannya. Selain itu jika diletakkan di kereta,
maka energi yang disimpan hanya dapat dimaanfaatkan oleh kereta itu sendiri.
Lain halnya jika media penyimpan energi ini diletakkan di stasiun, maka semua
kereta yang melakukan regenrative braking
bisa memakainya, dan juga energi ini dapat dimanfaatkan oleh kereta lain bahkan
untuk konsumsi listrik di stasiun.
Dengan
adanya kereta listrik yang memakai sistem flywheel
ini semoga Indonesia dan khususnya Jakarta bisa menurunkan tingkat polusi udara
yang berakibat pada buruknya kualitas udara. Terlebih bisa menurunkan emisi gas
dan semoga target pengurangan emisi sebanyak 26 % bisa tercapai.
Ref
2. Jurnal
“Green Transport : Upaya mewujudkan Transportasi yang Ramah Lingkungan “ .Doni
J Widartono.
3. Jurnal
Ramli Utina “ Pemanasan Global: Dampak dan Upaya meminimalkannya “
4. www.
KataData.com
5. www.
Dishub.jabarprov.go.id
Langganan:
Postingan (Atom)
